Masuk

Ingat Saya

Masuk Akal

Ilmu adalah Kekuatan diri dalam memproteksi segala informasi yang masuk kedalam pikiran. Dengan Ilmu, Semua informasi yang baru masuk kedalam pikiran kita akan dipertanyakan Kebenarannya oleh Akal kita. Bahkan Akal akan Memaksa Pikiran yang membawa Informasi baru, untuk memperlihatkan bentuk nyata dari informasi tersebut. Hal ini terjadi Pada setiap manusia, saat menerima informasi baru dalam pikirannya.Berikut ini contoh informasi baru yang masuk dalam pikiran kita.”Kalau anda menemukan ular merayap mundur,segera tangkap nanti dia akan berubah menjadi keris sakti”. Informasi ini masuk kedalam pikiran kita. Akal kita bertanya “Dimana ada ular merayap mundur?”. Untuk menjawab yang ditanyakan Oleh akal, maka pikiran ingin menemukan ular itu. Sehingga  kita pun akhirnya bergerak kesana, kemari, browching untuk mencari ular itu. Sampai ketika kita kelelahan tapi usaha pencarian tidak berhasil dan pikiran pun masih mempertahankan informasi tentang ular tersebut. Saat seperti inilah kita dikatakan dalam kondisi “labil“. Dimana antara pikiran dengan akal kita semakin bertentangan akibat informasi baru. Pikiran masih mempertahankannya sedangkan Akal mulai menolaknya.  Saat seperti inilah biasanya kita lebih memilih menemui teman untuk Curhat atau orang dekat untuk menceritakan permasalahan kita. Hal seperti ini ( konsultasi) memang sangat membantu kita menemukan jawabannya. Tetapi jawaban yang kita terima dan kita yakini, seringkali berdasarkan pendapat orang terdekat, pendapat orang yang terpandang, pendapat mainstreem, pendapat umum. Walaupun akal kita masih menolak jawaban itu, namun disini kita mulai melawannya dengan  memaksa akal kita sendiri untuk menerima jawabannya sambil membisikkan pasword “Udah betul itu,semuanya bilang gitu kok”. Akal pun berhasil dilemahkan, Maka tersimpanlah keyakinan kita terhadap informasi tersebut dalam otak kita. Satu informasi telah kita simpan dengan memaksa akal untuk menerimanya. Karena dipaksa akal pun menjadi lemah. Sehingga informasi yang kita yakini tanpa pemahaman yang dalam semakin mudah tersimpan dalam otak kita. Suatu Informasi yang kita yakini dan tersimpan dalam otak hanya berdasarkan asumsi kesamaan pendapat di lingkungan, teman dekat dan suatu kelompok yang kita sukai. Semakin banyak informasi – informasi seperti ini tersimpan dalam otak kita maka semakin melemahkan akal kita. Semakin lemah akal kita, semakin lemah pula kita menerima berbedaan yang ada. Semakin jauh pula Kehidupan Yang Damai kita rasakan. Hidup pun menjadi seperti “Ribuan  ikan dalam satu yang hidup tanpa bersusah payah mencari sumber kehidupan,namun kelanjutannya tergantung pada tuan kolamnya.

Mari Hidupkan kembali Akal kita.Biarkan dia bekerja dalam diri kita untuk memproses semua informasi yang kita terima. Sehingga informasi yang akan tersimpan merupakan suatu Ilmu Pengetahuan yang dapat memudahkan kita dalam menghadapi perbedaan yang ada.Karena ucapan kita adalah fakta nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh siapa pun. Suatu ucapan yang kuat, memukau pendengarnya.Dengan demikian langkah kita semakin luas Karena Akal, “Seperti Ikan Hidup Di lautan Luas, Bergerak Bebas Mencari Kebutuhannya.Walaupun Airnya Asin Namun Ikan Tidak Ikut Asin”. karena hidup.

 
 
Damai Alamku
hermansyah
Dengan
Civil Engineering